CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, Juni 09, 2008

Subsidi Bengkak hingga Rp 198,7 Triliun

Jakarta-Subsidi minyak bisa melonjak hingga Rp 198,7 triliun jika harga minyak dunia terus berada pada kisaran US$ 150 per barel. Ini membuka kemungkinan harga BBM bisa naik tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan angka tersebut merupakan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Perhitungan Menkeu, lonjakan subsidi itu terjadi jika harga minyak US$ 150 per barel pada akhir tahun, dengan nilai tukar Rp 9.300, alpha Pertamina sebesar 9 persen, dan konsumsi 39 juta kiloliter. ”Yang paling sulit adalah memprediksi konsumsi BBM, karena kalau deviasi lebih dari 40 persen maka konsumsi melonjak,” ujar Menkeu.
Kamis (5/6).Dalam APBN-P 2008, volume BBM bersubsidi dipatok pada 37 juta kiloliter. Ini sudah termasuk bantalan sebesar 1,5 juta kiloliter, sedangkan besaran subsidinya adalah Rp 126,8 triliun.Dengan perubahan subsidi tersebut, postur APBN akan berubah. ”Tapi, secara keseluruhan postur APBN bisa kita jaga. Defisit tetap tidak lebih dari 2,1 persen,” tuturnya. Pemerintah, lanjut Menkeu, akan mengantisipasi dengan membatasi konsumsi.Dalam sidang tersebut, anggota Komisi XI Drajad Wibowo melontarkan pertanyaan apakah pemerintah bisa menjamin tidak ada lagi kenaikan harga BBM bersubsidi.
Anggota Komisi XI Melchias Markus Mekeng mempertanyakan kesejahteraan rakyat jika subsidi sepenuhnya dihapuskan. Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri Keuangan menyatakan pemerintah akan mencari cara terbaik untuk melindungi masyarakat dari tekanan yang tidak bisa sepenuhnya dikontrol oleh pemerintah, namun di sisi lain APBN tetap terjaga.

0 komentar: